Sabtu, 19 Juli 2014

DEWA MABUK (Seorang Dionisian) Karya Akhudiat


Dionisian:
Dewa Mabuk, Tuan, Dionisos.
Teruskan, mabukkan, pestakan, sukaria, topeng, rumbai-rumbai, musik, tari, nyanyi. Rayakan dewa anggur, kesuburan, dan ramalan. Pesta musim panas, bumi baru, kesuburan setelah membeku. Kemabukan tiada tara. Mari terbang, melayang, jungkir dan balikkan. Tanpa kemabukan bukan lagi teater namanya, dan tak ada lagi hasrat serta manfaat gunanya. Bukanlah cinta tanpa mabuk kepayang-payang, barangkali cuma letup sesaat dan tak sengaja kayak kentut. “Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian,” ujar Chairil Anwar dalam Krawang-Bekasi. Tanpa kemabukan bagaimana bisa bertahan antara realitas dan mimpi?

Kami Dionisian-dionisian setiamu, dalam kemabukan, kerasukan, cinta, dan bermain.
Dengan kemabukan kami rasuki roh-roh dan mainkan mereka, peran-peran, jadi hidup, bertindak, menjalani takdir lakon. Dalam lingkaran tari dan koor “nyanyian kambing” kami sembahkan drama Dionisian, bahkan kami perankan Sang Dewa Mabuk, Dionisos Maha Tuan Asal-muasal Drama. Kami rayakan kambing, pengganti ritus kanibalisme kuno, sesajen sebutir kepala manusia. Drama mengubah ritus darah dan nyawa menjadi seni.
....................
selengkapnya Download disini

DEMOKRASI karya Putu Wijaya

Monolog
DEMOKRASI
karya Putu Wijaya
(DAPAT DIMAINKAN OLEH LELAKI ATAU PEREMPUAN)
SEORANG WARGA DESA YANG TANAHNYA KENA GUSUR MEMBAWA PLAKAT BERISI TULISAN DEMOKRASI. SETELAH MEMANDANG DAN PENONTON SIAP MENDENGAR, IA BERBICARA LANGSUNG.
Saya mencintai demokrasi. Tapi karena saya rakyat kecil, saya tidak kelihatan sebagai pejuang, apalagi pahlawan. Namun, saya tak pernah masuk koran. Potret saya tak jadi tontonan orang. Saya hanya berjuang di lingkungan RT gang Gugus Depan.
Di RT yang saya pimpin itu, seluruh warga pro demokrasi. Mereka mendukung tanpa syarat pelaksanaan demokrasi. Dengan beringas mereka akan berkoar kalau ada yang anti demokrasi. Dengan gampang saya bisa mengerahkan mereka untuk maju demi mempertahankan demokrasi. Semua kompak kalau sudah membela demokrasi.
MENGACUNGKAN PLAKATNYA.
Demokrasi!
TERDENGAR SERUAN WARGA BERSEMANGAT MENYAMBUT : DEMOKRASI!
Demokrasi!
SERUAN LEBIH HANGAT LAGI :
Demokrasi!

SERUAN GEGAP GEMPITA : DEMOKRASI! IA MENURUNKAN PLAKAT.

.......................
selengkapnya Download disini

BLACK JACK Karya Benny Yohanes

DI ATAS PANGGUNG, DUA MEJA BESAR HITAM DISUSUN BERBENTUK ”T”. MEJA YANG MELINTANG LEBIH TINGGI DARI MEJA YANG MEMBUJUR. DI ATAS MEJA YANG MELINTANG TAMPAK BERBAGAI SATWA BUAS YANG DIAWETKAN. MEJA YANG MEMBUJUR TERTUTUP KAIN PUTIH TRANSPARAN.

DIBELAKANG MEJA YANG MELINTANG, DENGAN KETINGGIAN MELEBIHI MEJA DI DEPANNYA, SEBUAH BINGKAI BESI SETINGGI PINTU TERPANCANG. DI DALAM BINGKAI ITU BLACK JACK HAMPIR MENGHABISKAN MAKAN SIANGNYA. BLACK JACK MENJILATI PINGGIRAN PIRING ALUMINIUM DENGAN LIDAH PANJANGNYA. BLACK JACK MENGENAKAN GAUN PANJANG BERLENGAN PANJANG, BERWARNA ABU-ABU KELAM. BIBIR DAN LIDAHNYA TAMPAK SANGAT MERAH. SANGGUL BESAR YANG HITAM DAN ELOK MENGHIASI BELAKANGNYA.

DARI LUAR RUANGAN TERDENGAR SUARA SIRINE MOBIL PASUKAN ANTI HURU-HARA. TERDENGAR SUARA GADUH DEMONSTRAN DARI LUAR. DITEPIS SUARA ANJING MENYALAK. SUARA DEMONSTRAN DARI BALIK SPEAKER GENGGAM BALIK MENIMPAL.




.......................

selengkapnya download disini

ANZING Karya: Rachman Sabur

PROLOG
LAGU “17 JULI” KARYA IWAN FALS DIDENGARKAN

VIDEO SCREEN
FILM SEGEROMBOLAN ANJING BERKELIARAN. PENCERAMAH BERDIRI DI DEPAN PODIUM. PENCERAMAH MEMATIKAN VIDEO SCREEN DENGAN REMOTE CONTROL.


Ngomong-ngomong tuan-tuan,nyonya-nyonya….dan nonoa-nona perkenankanlah dalam kesempatan ceramah ilmiah kali ini saya akan mengambil pokok tentang “dunia anjing dan sekitarnya”. Dunia yang berhubungan dengan komunikasi, sikap dan perilaku mereka, baik itu ditinjau dari aspek cultural maupun dari aspek sosial, yang mempunyai kecenderungan lebih terbuka, gambling, apa adanya dan realistis.

Kalau kita menengok pada teori-teori lama, teori klasik, bahkan teori primitive, akan kita temukan juga embrio-embrio yang berubah dan berkembang pada tatanan struktur libido seksualitas semua makhluk pada umumnya.

Saya akan memberikan sample tentang sebuah keluarga dimasyarakat metropolis yang mempunyai fenomena trhadap gejala realitas yang sedikit miring ke kiri dan sedikit miring ke kanan.

Sekarang mari kita amati dan jangan kesusu memberikan kesimpulan akademis terhadap sample yang akan saya uraikan ini. Jangan pula sekali-kali menggunakan kaca mata religi agama karena landasannya berbeda. Jelas menjadi paradoks. Tapi tetap akan bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan manusia dan sekitarnya. Juga bagi ilmu pengetahuan anjing dan sekitarnya.


Sekarang mari kita amati tayangan berikut ini :

....................

untuk selengkapnya Download disini

Tangis Napi Pembunuh karya Luki Safriana


SEORANG PEREMPUAN PARUH BAYA TERSUDUT DI RUANG KAMAR PENGAB PENJARA ITU. NAPI PEMBUNUH. MEMASUKI UMURNYA YANG KE-35, DIA SUDAH MENGALAMI 1/3 MASA HUKUMAN DARI TOTAL 30 TAHUN. DIA MASIH TERLIHAT CANTIK DAN RUPAWAN. KENING DAN GURATAN MUKA ITU HANYA MENUNJUKKAN MUKA PENYESALAN YANG MENDALAM. HARI ITU TATAPANNYA MENATAP TAJAM MEMPERLIHATKAN DAN MENGINGATKAN SUASANA/ KEJADIAN YANG KELAM DIMANA DIA TERPAKSA MEMBUNUH SANG PACARANYA YANG TELAH MENGHAMILINYA DILUAR NIKAH DAN TIDAK MAU BERTANGGUNG JAWAB. PERISTIWA YANG TELAH MENGUBAH SEGALANYA. REGUK MANIS MADUNYA KEHIDUPAN YANG SELAMANYA MENJADI PETAKA NYARIS TAK BERUJUNG. MESKI DEMIKIAN, DIA TETAP TABAH MENGHADAPINYA DAN TEGAR MENERIMA BERBAGAI CACIAN CEMOOHAN ORANG LAIN SETA DICAP SEBAGAI PEMBUNUH BERJILBAB BERDARAH DINGIN. DIA IKHLAS. DITEMANI LAMPU TEMARAM. 
.......................

untuk selengkapnya Download disini

ADUH UJANG Karya Jhoni Habibie

TOKOH-TOKOH:

Ujang :
Laki-laki umur 21 tahun, ganteng, sederhana, ramah, lugu, pendidikan SMA, nurut, lahir dan besra di desa, teguh pendirian.

Euis :
Perempuan umur 18 tahun, lumayan cantik, ramah, sederhana, sebatang kara, hidup bersama nenek, pemalu, perhatian, baik (pacar Ujang) kegiatan les menjahit, bantu nenek di sawah.

Samsul:
(teman kecil Ujang), umur 21 tahun, gaul perlente, sok modern, egois, sombong, suka menghalalkan segala cara.

Emi :
perempuan berumur 18 tahun, gadis desa gaul, cerewet, manja, GR, caper, kaya, apa maunya harus dicapai

Abah :
laki-laki umur 55 tahun, bapaknya Ujang, buruh tani, sederhana, keras, idealis, pendidikan SD.

Broto :
laki-laki umur 50 tahun, bapaknya Emi, juragannya abah, kaya, lahir dan besra di Solo, sombong, sayang anak

Ibu/emak:
ibunya Ujang, umur 45 tahun, sakit-sakitan, sabar.




selengkapnya dowload disini

KAPOK Karya Zohry Junedi

K A P O K ; (Monolog Script)

(masuk diiringi music mbah surip ; Bangun lagi tidur lagi)
(sarung berselempangan , masuk sambil ketawa malas tak tentu masa depan, lanjut tidur ditengah panggung)
(Mendadak bangun tidur, penuh dengan kerutan diwajah menggerutu…!!!)
Akkhhh, sial… sial kalian semua hampir sajah . . . akhh sayang sekali tinggal sedikit lagi, sial… kenapa kalian bangunkan saya, nyaris sajah setumpukan uang itu jadi milik saya, saya sudah terlalu sangadh sangadh sabar menunggunya, ditiap malam saya terus berdoa menunggu agar mimpi itu datang, dan baru sajah mimpi itu datang, tapi kalian tau baru saja mimpi itu terlewatkan, akhhhhhhh…..
(uring2an menyalahkan diri sendiri, atau mungkin tepatnya tidak tau siapa yang wajib disalahkan)

.............


selengkapnya download disini